“Saya Selalu Ditelepon Saat Kalah” – Diego Maradona Yang Sangat Dirindukan Jose Mourinho

Jose Mourinho

Berita Bola Liga Eropa –┬áManajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho mengakui, dia akan merindukan panggilan telepon dari Diego Maradona yang selalu memberinya semangat ketika timnya mengalami kekalahan.

Publik sepakbola dunia saat ini sedang berduka yang mendalam setelah wafatnya pemain legendaris paling ikonik itu pada pekan ini.

Tribut diberikan untuk sang legenda besar dari berbagai penjuru dunia setelah diumumkan pada Rabu lalu bahwa mantan pahlawan Napoli dan Boca Juniors itu mengalami serangan jantung yang cukup fatal.

Mourinho memahami kerinduan akan sosok pemenang Piala Dunia ini sekarang bisa dengan mudah ditemukan di internet, tetapi pria Portugal itu akan selalu merindukan panggilan telepon dari Maradona ketika timnya menderita hasil mengecawakan, kebiasaan yang tak akan pernah lagi bisa dirasakannya sekarang.

“Ini Maradona, ini Maradona. Saya tak perlu bicara tentangnya karena dunia tahu dan tak seorang pun akan lupa,” tutur Mourinho kepada BT Sports sebelum timnya menghantam Ludogorets 4-0 di Liga Europa Kamis malam waktu setempat.

Baca Juga Berita Bola Lainnya:

Momen Cristiano Ronaldo Ledek Maradona saat Rayakan Ulang Tahun

“Diego berbeda, orang-orang yang merupakan teman baiknya, orang-orang yang berbagi ruang ganti dengannya, kolega, sosok-sosok seperti ini diistimewakan,” sambungnya.

“Saya bisa bilang, dia adalah teman baik saya. Tapi komunikasi saya dengan dia adalah melalui telepon dan kami tentu pernah berjumpa beberapa kali,” kenang Mourinho.

“Dia memiliki hati yang amat sangat besar. Inilah sosok yang saya rindukan, karena permainan sepakbolanya, kami bisa mencarinya setiap saat kami merindukannya. Jika kami mencari di Google, kami akan menemukannya. Tapi Diego, tidak,” lanjutnya.

“Saya menghabiskan hari ini untuk menceritakan kisah tentang dia kepada para pemain saya dan saat kami menghabiskan waktu bersama, itulah sosok yang saya rindukan. Terutama, saya merindukan panggilan telepon yang selalu datang setelah kekalahan dan tidak akan pernah datang setelah kemenangan,” Mourinho membuka memorinya dengan Maradona.

“Dia tahu bahwa setelah kemenangan, saya tidak perlu panggilan telepon, dia tahu bahwa dalam momen-momen yang sulit dia selalu ada di sana dan dia selalu mengatakan setelah kekalahan: ‘Mo, jangan lupa, Anda adalah yang terbaik’. Dia selalu melakukan pendekatan ini,” katanya lagi.

“Saya merindukan Diego,” tutupnya.

Jenazah Maradona disemayamkan di kediaman presiden di Buenos Aires selama tiga hari berkabung. Ribuan orang telah datang untuk memberikan penghormatan, meski di hari itu sempat terjadi bentrok antara kepolisian dan loyalis Maradona.