Diguncang Kekacauan! Media Jerman Ungkap Detail Pelanggaran Regulasi Untuk Manchester City

028817200_1620783857-8_AP21131728658932

Berita Bola Liga Inggris, Diguncang Kekacauan! Media Jerman Ungkap Detail Pelanggaran Regulasi Untuk Manchester City

Manchester City diguncang kekacauan baru. Media Jerman, Der Spiegel, mengungkap detail pelanggaran Financial Fair Play yang diduga dilakukan Manchester City pada 2018.

Der Spiegel, dikutip dari BBC, Jumat (8/4/2022), menyebut City melakukan pelanggaran aturan, yakni perekrutan ilegal untuk pemain di bawah umur, peningkatan kesepakatan sponsor, dan pembayaran gaji tersembunyi yang dilakukan kepada mantan manajer.

Liga Inggris telah menyelidiki klub selama 3 tahun. Tetapi Der Spiegel sekarang telah menerbitkan rincian dari penyelidikannya sendiri yang dilakukan bersama dengan jaringan jurnalisme Investigative Collaborations (EIC) Eropa.

Liga Inggris dan Manchester  City menolak berkomentar ketika diwawancarai BBC Sport.

Detail terbaru adalah kelanjutan dari tuduhan sebelumnya terkait dengan peraturan Financial Fair Play. Diperkirakan, Man City dan Liga Inggris juga ingin menghormati proses yang sedang berlangsung Liga sehingga memilih bungkam.

Selamat dari Sanksi

Menurut Der Spiegel, juara Liga Inggris musim lalu itu diduga menekan pemain di bawah umur untuk menandatangani kontrak.

Sponsor klub di Abu Dhabi diduga hanya memberikan sebagian dari pembayaran mereka kepada klub. Sisanya, duit Manchester City berasal dari pemilik klub Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi.

Kumpulan Prediksi Bola Liga Inggris : Pelatih Inter Milan Tak Risau Dengan Keadaan Cedera Nicolo Barella

Manchester City juga dituduh membayar sebagian besar dari kompensasi mantan manajer Roberto Mancini melalui kontrak konsultasi fiktif.

Pada tahun 2020, City mendapat sanksi larangan 2 tahun dari kompetisi klub Eropa. UEFA memutuskan bahwa mereka sudah melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan Financial Fair Play (FFP) antara 2012 dan 2016.

Penyelidikan Berlanjut

UEFA memulai penyelidikannya ke Manchester City setelah Der Spiegel menerbitkan dokumen yang bocor pada November 2018 yang menuduh klub telah menggelembungkan nilai kesepakatan sponsor.

Selama kesaksian di Pengadilan Arbitrase Olahraga, perwakilan hukum Kementerian Keuangan di Abu Dhabi mengklaim Abu Dhabi United Group Investment & Development (ADUG), yang memiliki Manchester City hingga tahun lalu, sama sekali tidak berhubungan dengan pemerintah negara itu.

Pada tahun 2021, Manchester City kalah dalam putusan pengadilan banding, yang menegaskan bahwa Liga Inggris terus menyelidiki sang juara atas dugaan pelanggaran fair play keuangan.

Tim hukum Manchester City tidak ingin dilaporkan bahwa pihaknya menantang yurisdiksi arbiter Liga Inggris untuk menyelidiki kasus tersebut.